Halaman

Muslikh Prediksi Pilkada Akan Satu Putaran

Sukabumi - Wali Kota Sukabumi, Muslikh Abdussyukur, memprediksikan, pada Pemilihan Kepala Daerah Kota Sukabumi 2013 mendatang hanya akan diikuti oleh empat pasangan calon. "Empat pasangan calon yang saya prediksi berasal dari lima partai politik besar seperti PKS, Partai Golkar, Partai Demokrat, PPP dan PDI Perjuangan, karena kelima parpol ini berpeluang mengusung masing-masing satu paket calon pasangan," kata Mulikh kepada wartawan, Kamis. 

Uci Belum Cari Pendamping

SUKABUMI – Kandidat Walikota Sukabumi, Sanusi Hardjadireja (Uci) belum mencari pendamping di Pemilukada 2013 nanti. Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Sukabumi yang sudah dipastikan bakal diusung DPD PAN Kota Sukabumi ini belum mencari pasangan lantaran partai pengusungnya masih fokus komunikasi dengan parpol lain selain dengan koalisi D’Parpol. “Pak Uci belum dicarikan pendamping, calon pendampingnya nanti saja kalau sudah ada koalisi parpol yang siap bermitra dengan PAN, lagi pula kita sekarang masih melakukan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat,” kata Sekretaris DPD PAN Kota Sukabumi, Andri Sumarna.

Pemkot Harus Siapkan Rp 14 M Untuk Pilkada 2013

SUKABUMI – Pemilukada Kota Sukabumi berpotensi diikuti banyak peserta. Bahkan ada yang memprediksi bisa sampai empat pasangan atau lebih. Tak ayal, peluang terjadi dua putaran sangat mungkin terjadi. Hal ini jauh-jauh hari sudah diantisipasi KPU Kota Sukabumi dengan membuat estimasi anggaran senilai Rp 19 miliar dengan asumsi Pemilukada dua putaran. Ini sudah termasuk Pemilihan Gubernur Jawa Barat yang pelaksanaannya bersamaan dengan Pemilukada Kota Sukabumi. Dengan biaya sebanyak itu Pemkot Sukabumi harus merogoh APBD sekitar Rp 14 miliar karena Pemprov Jabar hanya akan menganggarkan Rp 4,8 miliar. 

Macan Putih Maskot Pemilukada

SUKABUMI – Macan putih mengenakan ikat kepala dinobatkan sebagai maskot Pemilukada Kota Sukabumi 2013. Kepastian tersebut setelah terpilih sebagai pemenang pada Lomba Desain Maskot dan Paduan Suara Mars Pemilukada Kota Sukabumi tahun 2013 di Gedung Juang 45, Kota Sukabumi, kemarin. Maskot hasil karya Lucky, warga Jalan Kaum Kota Sukabumi tersebut meraih juara pertama. 

Golkar-PD Jejaki Peluang Koalisi, Keukeuh Usung Kader Internal

SUKABUMI – Partai Golkar dan Partai Demokrat tetap keukeuh akan mengusung kader internal, di Pemilukada Kota Sukabumi 2013 mendatang. Bahkan tidak menutup kemungkinan dua partai ini akan menggalang koalisi besar. Hal itu terungkap dalam silaturahmi Ketua DPD Golkar Kota Sukabumi, Andri Hamami dan lima Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat Kota Sukabumi, di Jalan Arif Rahman Hakim, kemarin. 

Andri Buat Kontrak Politik Dengan RT/RW se-Kota Sukabumi

SUKABUMI – Komitmen Ketua DPD Golkar Kota Sukabumi Andri Hamami untuk maju di Pemilukada Kota Sukabumi 2013 mendatang dibuktikan dengan membuat kontrak politik dengan pihak RT-RW se-Kota Sukabumi. Kontrak politik ini dilakukan dalam bentok roadshow. Wilayah pertama yang disasar Andri, di Kecamatan Baros, kemarin. Andri mengatakan kontrak politik yang dilakukan berupa komitmen dirinya kepada masayarakat jika menjadi Kepala Daerah akan memperhatikan masalah pelayanan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan. 

Andri Bagikan Voucher Bensin

SUKABUMI – Dalam rangka menggenjot popularitas dan elektabilitas kandidat Bakal Calon walikota Sukabumi 2013 mendatang terus melakukan upaya, seperti halnya Ketua DPD Partai Golkar Andri Hamami dengan membagikan vocher relawan bensin kepada ojek-ojek di Kota Sukabumi, kemarin. Andri membagikan vocher yang berisikan satu liter bensin dibagi kepada ratusan tukang ojek di Kota Sukabumi dengan langsung mendatangi lokasi. 

PAW Elin Terkendala

CKOLE–Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD dari Fraksi Demokrat Bersatu, Elin Paulina Tarigan terkendala. Pasalnya untuk saat ini Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan tak bisa mengeluarkan surat keputusan (SK) PAW karena lemah dari sisi kekuatan hukum. Elin akan digantikan kalau kekuatan hukumnya jelas. Sementara itu, kalau SK PAW ini keluar, Elin sendiri akan digantikan Purnama. 

Yeyet Jual Pengentasan Kemiskinan

SUKABUMI-Kendati belum memiliki kendaraan parpol untuk tiket Pemilukada 2013. Kandidat kepala daerah Kota Sukabumi, Yeyet Hudayat sudah berani mengemukakan visi misi yang akan dilaksanakan sekaligus menjadi bahan jualan di kampanye nanti. Yaitu berkaitan dengan pengentasan masalah kemiskinan di Kota Sukabumi. Menurut Kepala BPJ II Wilayah Sukabumi ini, jika nanti dirinya terpilih menjadi Walikota Sukabumi periode 2013-2018, ia akan fokus untuk mengembangkan program Zakat dan menerbitkan peraturan daerahnya, sehingga tidak membebankan APBD yang ada. “Saya sudah fikirkan terkait Perda Zakat dan ini menjadi program prioritas jika nanti terplih sebagai Walikota Sukabumi,” ujar Yeyet belum lama ini. 

Fahmi Bidik Suara Pemilih Pemula

SUKABUMI – Bakal Calon Walikota Sukabumi dari internal DPD PKS Kota Sukabumi, Achmad Fahmi merupakan satu-satunya figur yang sudah mendeklarasikan diri bakal bertarung di Pemilukada 2013 dengan partai yang jelas. Selain menjajaki peluang koalisi dan mencari pasangan atau pendamping, tim pemenang Fahmi mulai membidik kantong-kantong suara untuk mendongkrak perolehan suaranya nanti. Salah satu organisasi binaan PKS, Gema Keadilan (GK) Kota Sukabumi membidik kalangan pemilih pemula untuk mendukung Fahmi di pemilukada nanti. 

Mulyono Siap Berpaling Jika Gagal Diusung Demokrat

SUKABUMI – Tahapan Pemilukada 2013 sudah semakin dekat. Jika tidak ada aral melintang Juli mendatang tahapannya sudah dimulai, namun hingga saat ini figur-figur yang akan bertarung rata-rata belum punya partai pengusung. Pun demikian dengan partai-partai, utamanya partai besar, belum jelas figur yang akan diusung. Konon dari sejumlah survei yang dilakukan berbagai lembaga memunculkan Mulyono sebagai salah satu figur yang tinggi tingkat elektabilitasnya. Namun seperti disebutkan tadi, partai pengusungnya juga belum jelas. Belakangan berhembus kabar kalau Wakil Walikota Sukabumi ini semakin dekat dengan Partai Demokrat, partai besar yang memenangkan Pemilu 2009 lalu.

PAC Demokrat Sumringah

SUKABUMI – Kedekatan Mulyono dengan Partai Demokrat saat ini memang belum sampai pada akad atau kepastian partai berlambang Mercy itu akan menjadi kendaraan politik Mulyono di Pemilukada 2013 mendatang. Bahkan masih terbuka kemungkinan pria yang saat ini menjabat Wakil Walikota Sukabumi itu melirik partai lain. Ketidak pastian ini disambut baik justru oleh kalangan pengurus sejumlah anak cabang PD di Kota Sukabumi. Apalagi selama ini sejumlah PAC itu memang getol memperjuangkan misi Demokrat mengusung kader internal. Bahkan belum pastinya Demokrat bakal mengusung Mulyono disambut suka cita oleh pengurus PAC Demokrat Kota Sukabumi dengan mengadakan syukuran di kediaman salah seorang kader di Kecamatan Cikole yang dihadiri puluhan pengurus PAC, simpatisan dan kader Partai Demokrat, kemarin. 

Ketua DPC Demokrat Akui Mulyono Tertinggi

SUKABUMI – Riak kontra atas kedekatan Mulyono dengan Partai Demokrat yang mencuat belakangan ini, ditanggapi dingin Ketua DPC Demokrat Kota Sukabumi Dedi Kusnadi. Ia menghargai sikap politik kader Partai Demokrat, namun Ia juga meminta agar para kader nantinya menghargai keputusan partai. Untuk persoalan siapa figur yang bakal diusung Demokrat di Pemilukada 2013 Kota Sukabumi, kata Dedi, semuanya diserahkan kepada tim sembilan. 
Tim ini yang melakukan penjaringan. “Tidak masalah ada aspirasi seperti itu (keinginan PAC mengusung kader internal). Tapi kader juga harus menghormati keputusan partai,” kata Dedi. Dedi sendiri tidak menampik kalau di antara sejumlah kandidat yang mendaftar di DPC Demokrat Kota Sukabumi, Mulyono yang paling tinggi peluangnya. Hal itu tidak lain karena dari survei yang dilakukan internal partai memang menempatkan Mulyono sebagai figur tertinggi popularitas dan elektabilitasnya. 

Wangsit Musklih Masih Diperlukan Untuk Galang Dukungan

SUKABUMI – Pengaruh Walikota Sukabumi, Musklih Abdusyukur diyakini masih memegang peranan penting untuk mendulang suara di Pemilukada 2013 Kota Sukabumi. Sebab, sosok Musklih diakui sudah cukup mengakar ke semua kalangan. Musklih sudah dianggap guru politik dan orangtua oleh semua kalangan. Demikian dikatakan Pengamat Politik Lokomotif Institut Sukabumi, Edi Junaedi saat berbincang dengan Radar Sukabumi, kemarin. Menurut Edi, siapapun kandidat yang memiliki kedekatan baik itu kedekatan struktural maupun emosional, maka akan memiliki point tersendiri dalam menghadapi Pemilukada.”Dari hitung-hitungan politis, bagi kandidat yang dekat dengan Musklih tentu akan lebih percaya diri,” kata Edi. 

PKS Tunda Penentuan Pasangan Fahmi

SUKABUMI – Target DPD PKS Kota Sukabumi untuk menentukan pasangan Achmad Fahmi bulan ini, nampaknya tidak akan terealisasi. Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Bidang Dakwah Banten Jakarta dan Banten Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yudi Widiana Adia mengatakan, belum ada kepastian untuk menentukan pendamping calon walikota Sukabumi dari internal PKS, Achmad Fahmi. “Pastinya, bulan ini belum bisa ditentukan pendamping pasangan Fahmi,” jelas Yudi usai silaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu. Menurutnya, penundaan ini karena masih dilakukan pengkajian lebih mendalam terhadap figur-figur yang belakangan ini mencuat bakal maju di Pemilukada 2013 mendatang. 

Marwan Usulkan Andri Duet Birokrat

SUKABUMI – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Marwan Hamami yang juga kakak kandung Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi, Andri Hamami, mengusulkan agar adiknya tersebut berpasangan dengan birokrat di Pemilukada 2013 nanti. “Andri belum cukup pengalaman di birokrat, jadi pasangan yang nantinya bisa membantu pekerjaannya, ya harus dari unsur birokrat,” kata Marwan kemarin. 

Muraz-Yeyet Tempuh Jalur Independen

SUKABUMI – Masih sumirnya kendaraan politik sejumlah kandidat, membuat jalur independen bisa jadi jalan terakhir yang ditempuh untuk bisa berpartisipasi di panggung politik Pemilukada 2013 Kota Sukabumi mendatang. Meski saat ini Yeyet Hudayat masih intens melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik, namun Kepala Kepala Badan Perawatan Jalan (BPJ) Wilayah Pelayanan II Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat itu tidak menampik kemungkinan mengambil jalur independen. Bukan hanya itu, Yeyet bahkan sudah mengambil ancang-ancang siapa figur yang akan menjadi pasangannya nanti. 

Dukungan Independen HArus Siapkan 25 Ribu KTP

SUKABUMI – Sulitnya beberapa kandidat Bakal Calon (Balon) Walikota 2013 mendapatkan perahu Partai Politik (Parpol) menjelang pemilukada, membuat jalur independen bakal jadi primadona. Sejumlah kandidat dikabarkan sudah mengambil ancang-ancang untuk menggunakan jalur perseorangan. Itu ditandai dengan kedatangan sejumlah kandidat atau tim ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi untuk menanyakan mekanisme pendaftaran melalui jalur independen ini. Semuanya dari kalangan birokrat. 

Muslikh Bertekad Perangi Kemiskinan Pada Tahun terakhir Jabatannya

CIKOLE – Sisa satu tahun masa jabatan Muslikh Abdussyukur (Walikota) dan Mulyono (Wakil Walikota) sebagai kepala daerah Kota Sukabumi, keduanya sepakat memberantas kemiskinan. Masalah kemiskinan ini akan menjadi perhatian serius pasangan yang pada Pilkada 2008 dikenal dengan tagline ‘MM’ ini. 
Demikian dikatakan Muslikh dalam peringatan empat tahun masa jabatannya sebagai kepala daerah bersama Mulyono, di Rumah Jabatan Walikota Sukabumi, kemarin. Ya, pada 13 Mei kemarin, masa jabatan ‘MM’ menginjak usia yang ke-4. Muslikh berharap selama satu tahun ke depan, tidak ada lagi warga miskin yang sampai tidak makan, tidak sekolah atau tidak berobat karena masalah ekonomi. “Dengan usia empat tahun menjadi kepala daerah, saya berharap Kota Sukabumi terhindar dari kemiskinan apalagi menghambat pendidikan dan kesehatannya,” tegas Muslikh, usai memberikan potongan kue ulang tahun masa jabatan kepada Wakil walikota Sukabumi Mulyono. 

Pertahankan Tradisi Gotong Royong Guna Good Governance

CIKOLE – Gotong royong yang selama ini hanya identik dengan bersih-bersih dan kerja bakti, ternyata di mata Sekretaris Daerah (Sekda) KOta Sukabumi, M Muraz merupakan hal yang keliru. Menurutnya, Gotong Royong justru merupakan salah satu sistem pemerintahan khas yang dimiliki Indonesia. “Berbicara masalah pemerintahan yang baik (Good Governance), kita sudah mempunyai sistemnya yakni Gotong Royong. Jadi, Gotong Royong ini bukan hanya dalam hal kerja bakti saja, melainkan bisa melahirkan pemerintahan yang baik dan ini hanya dimiliki oleh Indonesia,” ujarnya usai menghadiri kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Pengembangan Masyarakat (LPM) Kota Sukabumi di Gedung Pertemuan BKD Jalan R Syamsudin SH, kemarin. 

Komisi III Nilai Sekolah Siap Laksanakan PPDB

CIKOLE – Masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah dekat. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemkot Sukabumi dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Sukabumi tengah merancang program PPDB Online untuk semua sekolah negeri. Program sendiri akan diterapkan pada PPDB tahun ini. Untuk mengetahui seberapa besar kesiapan sekolah dalam menyambut program tersebut, jajaran Komisi III DPRD Kota Sukabumi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa sekolah yang dinilai masih kurang dalam hal fasilitas. Sidak sendiri pertama dilakukan ke SDN Pintu Kisi II Jalan Siliwangi Kota Sukabumi. 

PNS, TNI, Polisi Masuk MKGR

CIKOLE – Lunturnya rasa gotong royong dan nasionalisme menjadi tugas penting bagi Ormas Musayawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Kota Sukabumi. Rasa gotong royong dan keluargaaan sendiri merupakan asas Nasionalisme yang tidak bisa dihilangkan. Ormas MKGR harus memiliki warna dan kadernya mempunyai identitas diri dan menjadikan MKGR sebagai pusat inspirasi. Hal inilah yang akan dilakukan kedepan oleh MKGR Kota Sukabumi. “Jangan sampai organisasi ini hanya menjadi tempat ngobrol-ngobrol dan pengumpulan massa saja. Apalagi sampai berbuat anarkis. Jaga citra positif MKGR di masyarakat, karena kadernya merupakan orang-orang pilihan,” kata Ketua DPP MKGR, Priyo Budi Santoso, kemarin

Dewan Geram Layanan Jampersal Bermasalah

CIKOLE – Komisi III DPRD Kota Sukabumi dibuat berang atas layanan Jaminan Persalinan (Jampersal) yang acap kali membuat para ibu hamil I (bumil,red) dipersulit bahkan lebih parah lagi ada yang tidak dilayani saat proses melahirkannya. Hal ini terbukti dari banyaknya laporan yang diterima para wakil rakyat yang saat ini duduk di Komisi III DPRD Kota Sukabumi. Seperti diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Yayan Suryana. 

Mahasiswa Deadline Penyidik Ijazah Palsu

CIKOLE – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menadatangi Polres Sukabumi Kota dan Kejaksaan Negeri Sukabumi, kemarin. Massa menuntut agar aparat hukum segera memproses kasus ijazah palsu yang melibatkan anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Demokrat, Hendra Hidayatullah.