Laman

Dangkih ‘Cuma’ Incar F2

SUKABUMI – Meski masuk dalam salah satu dari empat kandidat Walikota Sukabumi yang bakal diajukan PPP ke tingkat koalisi PPP-PDIP, namun Dangkih AS Nuklir nampaknya tidak akan memasang target muluk di Pemilukada nanti. Berbeda dengan sejumlah figur yang belakangan mencuat mengincar calon F1 (walikota), Dangkih ternyata cuma mengincar posisi F2 (wakil walikota). Demikian ditegaskan Dangkih beberapa waktu lalu. 
Bagi Dangkih, untuk membangun Kota Sukabumi tidak mesti menjadi walikota. Jika niat maju di Pemilukada murni untuk mengabdi dan memajukan Kota Sukabumi maka menjadi wakil walikota pun bisa dilakukan. “Wakil walikota itu juga punya peran sangat vital dalam menjalankan roda pemerintahan. Yang penting dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah, bersienrgi dengan walikotanya. Insya Allah program yang sudah disiapkan sebelumnya bisa dijalankan dengan maksimal,” ujar Dangkih. 
Sesuai verifikasi figur yang dilakukan DPC PPP Kota Sukabumi beberapa waktu lalu, ada empat kandidat yang akan diajukan partai berlambang Ka’bah ini ke tingkat koalisi dengan PDIP. Yaitu Dangkih AS Nuklir, Dedi R Wijaya (Anggota DPRD Kota Sukabumi dr Fraksi Demokrat), dr Herman (Direktur RSUD R Syamsudin SH) dan Yanti Indri (Ketua DPC PPP Kota Sukabumi). 
Dangkih yang saat ini masih berstatus pegawai di Departemen Keuangan RI belakangan ini kerap dihubung-hubungkan dengan PPP, apalagi setelah namanya lolos verifikasi PPP. Padahal sebelumnya, putra (alm) Okih Ma’ruf Nata Gojan ini mencuat namanya di bursa Pemilukada Kota Sukabumi setelah namanya masuk sebagai salah satu figur yang dibidik Tim Pemenangan Mulyono untuk mendampingi Wakil Walikota SUkabumi itu di Pemilukada nanti. 
“Konstalasi politik bisa berubah setiap saat. Tapi saat ini saya belum menjalin komitmen dengan partai atau figur mana pun. Khusus untuk PPP perlu diketahui bahwa saya punya ikatan moral karena ayah saya kader PPP tulen. Saya belum mau bicara jauh sekarang, kita lihat saja nanti,” tutup Dangkih.(dyl) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar