Laman

2011, Pembangunan Inprastruktur Kota Stagnan

CIKOLE – Pembangunan di Kota Sukabumi dalam setahun terakhir cenderung stagnan. Hal ini karena alokasi anggaran untuk pembangunan fisik memang sangat sedikit, hanya sekitar tujuh persen dari total APBD 2011 yang dialokasikan untuk belanja modal. Minimnya pembangunan yang menggunakan dana APBD ini bisa terlihat di Kota Sukabumi sekarang. Nyaris tidak ada pembangunan fisik yang menonjol, kalaupun ada hanya perbaikan infrastruktur. Pengalokasian APBD 2011 lebih banyak untuk membiayai pegawai (Belanja Pegawai). Hampir 60 persen dana dari APBD terserap untuk menutupi gaji para pegawai. 

“Untuk anggaran tahun 2011, dari hasil rapat badan anggaran memang menunjukan tingginya angka pembiayaan terhadap pegawai,” ujar Ketua DPRD Kota Sukabumi, Aep Saepurrahman kepada Radar Sukabumi, kemarin. Jumlah tersebut jelas sangat tinggi dibanding dengan belanja modal yang dialokasikan. Dengan itu, Aep menilai harus ada efesiensi anggaran yang dialokasikan untuk pegawai pada APBD 2012 mendatang. Sehingga, pengalokasian anggaran untuk belanja modal bisa ditingkatkan. 
“Untuk tahun ini tidak ada pembangunan yang dilanjutkan. Memang ini diakibatkan anggaran terlalu banyak terserap untuk belanja pegawai. Makanya, di samping harus ada efesiensi anggaran, harus juga dibarengi dengan optimalisasi para pegawai yang sudah ada,” sambungnya. Optimalisasi ini harus dijalankan agar pelayanan terhadap masyarakat tidak berkurang. Apalagi dengan melihat dana yang diserap. “Ini harus menjadi perhatian. Jangan sampai, alokasi anggaran besar tapi pelayanan terhadap masyarakat kurang,” pungkasnya.(rp4)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar