Halaman

Silaturahmi PKS Langgar Etika Politik

Cikole – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Sukabumi menuding acara silaturahmi yang digelar DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Sukabumi, Minggu (1/9) lalu, melanggar aturan. Pasalnya, gelaran yang dihadiri ribuan massa kader parpol berlambang bulan sabit ini, tidak pernah ada pemberitahuan. Padahal tahapan Pemilu 2014 sudah memasuki kegiatan kampanye.

Demokrat Sukabumi Sambut Baik Dahlan Iskan di konvensi

Penentuan siapa calon Presiden RI dari Partai Demokrat tinggal menghitung hari. Sejumlah figur akan mengikuti seleksi pra konvensi untuk ‘bertarung’ pada konvensi calon presiden dari Demokrat pada 15 September mendatang. Salah satu yang cukup kuat namanya adalah Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Tokoh nasional yang banyak dikenal masyarakat karena gaya kepemimpinannya yang lugas, tegas namun tetap merakyat ini memberi warna tersendiri pada konvensi Partai Demokrat ini.

PKS Siap Rebut Tahta DPRD, Target 12 Kursi

Usai memenangkan jagoannya dalam Pilkada Kota Sukabumi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai mempersiapkan diri menghadapi Pileg 2014 mendatang. Partai peraih lima kursi pada Pileg 2009 ini menargetkan menambah kursi di parlemen menjadi 12 kursi dan merebut tahta Ketua DPRD Kota Sukabumi yang saat ini dipegang Partai Demokrat. Ketua DPD PKS Kota Sukabumi, Wawan Supendi, mengatakan target di Pileg 2014 naik menjadi 50 persen. Wawan optimis apabila dari 35 kursi, PKS akan mendulang 12 kursi. “Kami optimis target kami akan tercapai. Keyakinan ini mengingat elektabilitas PKS yang terus meningkat,” kata Wawan kepada Radar Sukabumi usai kegiatan silaurahmi akbar di Gedung Juang’45, kemarin.

Kepwal Aturan Kampanye Pileg Hasil Copy Paste ?

Penerbitan Keputusan Walikota (Kepwal) Sukabumi Nomor nomor 167 tahun 2013 tentang pengaturan lokasi pemasangan alat peraga dalam rangka kampanye Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 ternyata tak hanya prematur saja. Dari informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, kuat dugaan ada indikasi hasil copy paste dari peraturan sebelumnya saat penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Sukabumi, Februari 2013 lalu.

Timsel Anggota KPU Jamin Bebas Intervensi

Tim Seleksi Calon Anggota Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota dan Kabupaten Sukabumi menjamin tahap tes wawancara seleksi Calon Anggota KPU Kota dan Kabupaten Sukabumi untuk masuk 10 besar akan bebas dari intervensi pihak manapun. Dalam penilaianpun, timsel bertekad akan melakukan penilaian akan seobjektif mungkin. Saat ini, tahapan tes wawancara sudah rampung dilakukan. Timsel tengah menggodok 20 besar Calon Anggota KPU Kota/Kabupaten Sukabumi. Rencananya, Tanggal 5 Agustus 2013 nanti, timsel akan mengumumkan 10 calon yang dinyatakan lolos tahapan tes wawancara. “Setelah terpilih menjadi 10 besar, kami kemudian akan merekomendasikan ke KPU Provinsi Jawa Barat untuk dipilih menjadi lima Anggota Komisioner KPU Periode 2013-2018,”terang Sekretaris Timsel Kota Sukabumi, Fitriansyah Nachrowi kepada Radar Sukabumi, kemarin.

Ketenaran Muraz-Sukma Dimanfaatkan Caleg

Ketenaran sosok Walikota Sukabumi, M. Muraz dan Bupati Sukabumi Sukmawijaya di tengah masyarakat, tak disia-siakan sejumlah Caleg Demokrat Kota Sukabumi dan Caleg PKS Kabupaten Sukabumi untuk “mencuri” hati calon pemilih di Pileg 2014 nanti.

Jalil Tersingkir Dari Calon Anggota KPU, KNPI Kecewa

Kekecewaan dirasakan sejumlah Calon Anggota KPU Kabupaten Sukabumi pasca diumumkan pengumuman nama Calon Anggota KPU Kabupaten Sukabumi yang dinyatakan masuk 20 besar. Tak terkecuali Pengurus DPD Komite Nasional Pemuda (KNPI) Kabupaten Sukabumi. Mereka pun mengaku kecewa berat atas tersingkirnya Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi Jalil Abdillah. Di mana pada hasil keputusan Rapat Pleno Tim Seleksi (Timsel) Calon nama Jalil dicoret bersama 15 calon lainnya. Beberapa pengurus induk Organisasi Kepemudaan (OKP) ini kecewa bercampur rasa tak percaya, karena seorang Jalil yang dikenal di kalangan pemuda mempunyai integritas, intelektualitas dan kecakapan komunikasi yang cukup mumpuni harus menelan pil pahit alias tak masuk 20 besar Calon Anggota KPU Kabupaten Sukabumi. Tak hanya rekan sejawatnya di KNPI, dikabarkan orang-orang dekat Jalil di kalangan birokrat Pemkab Sukabumi pun ikut merasakan kekecewaan.

Calon Walikota Sukabumi Terpilih Periode 2013-2018

Inilah video pengumuman Calon Walikota Sukabumi terpilih pada Pilkada Kota Sukabumi Tahun 2013 yang ditetapkan oleh KPUD Kota Sukabumi pada rapat plenl rekapitulasi tanggal 1 Maret 2013.


4 Pasang Balon Walikota Sukabumi Yang Mendaftar





Inilah 4 pasangan bakal calon walikota Sukabumi yang melakukan pendaftaran ke KPU Kota Sukabumi untuk mengikuti Pilkada awal 2013 nanti.

KPU Bentuk Media Center

SUKABUMI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi telah membentuk tim media center, pemebentukan tersebut untuk memudahkan akses informasi proses kegiatan Pilkada Kota Sukabumi 2013 mendatang. Pembentukan media center sendiri sebagai wadah pemberian informasi dan berbagai keritikan dan masukan demi suksesnya penyelanggraan pesta demokrasi 2013 nanti. Ketua KPU Kota Sukabumi mengatakan, selain membentuk media center, pihaknya juga akan menggandeng sejumlah media massa lokal baik cetak, elektronik maupun televisi untuk publikasi informasi publik seputar Pilkada Kota Sukabumi.

Gardu Prabowo Konsolidasi Perkuat Jaringan

SUKABUMI – Organisasi sayap Partai Gerindra, Gerakan Mendukung Prabowo (Gardu-Prabowo) terus melakukan penjaringan dan konsolidasi massa di sejumlah Dewan Pimpinan Sektor (DPS) di Kota Sukabumi, kemarin. Penjaringan dan penguatan massa yang dilakukan ormas Gardu-Prabowo sendiri guna memenangkan Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang. 
Ketua Gardu Prabowo Kota Sukabumi Wahyu Dobeh mengatakan, konsolidasi yang dilakukan Gardu-Prabowo sendiri dengan mendatangi sejumlah pengurus DPS atau Kecamatan di Kota Sukabumi. Konsolidasi yang dilakukaannya lebih pada penjaringan aspirasi dan sosialisasi program gerakan Gardu Parbowo. “Gardu Parbowo akan mengawal, Pak Prabowo sebagai kandidat presiden yang mengedepankan ekonomi kerakyatan,” ujar Wahyu, kemarin. 

PBB Target Dua Kursi di Pileg 2014

SUKABUMI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Bulan Bintang (PBB) Jawa Barat, menargetkan bisa meraih dua kursi di DPRD Kota Sukabumi pada pemilihan legislatif, 2014 mendatang. “Kami menargetkan bisa bangkit kembali, merebut dua kursi yang hilang pada Pileg 2009 lalu,” ujar Ketua DPD Jawa Barat, Arif Budiman. 
Saat ini, PBB hanya memiliki satu kursi di DPRD Kota SUkabumi. Arif menegaskan PBB harus kembali berada di permukaan. Kader PBB harus merangkul masayarakat Kota Sukabumi dan lebih dekat dengan masyarakat dengan membawa visi misi partai. “PBB adalah partai yang bermuatan islami, hal tersebut sangat sesuai dengan kondisi Kota Sukabumi sebagai kota santri. Ini memudahkan PBB merekrut kader,” katanya. 

PBB Resmi Usung Yeyet

SUKABUMI – Partai-partai yang memiliki kursi di parlemen terus memunculkan figur yang akan diusung. Meski ada beberapa partai yang harus berkoalisi untuk memenuhi syarat mengusung satu paket calon kepala daerah. Terbaru, Partai Bulan Bintang. Pemilik satu kursi di DPRD Kota SUkabumi ini menetapkan bakal mengusung Yeyet Hudayat sebagai bakal calon (balon) Walikota Sukabumi 2013-2018. Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Wilayah II Sukabumi ini dipastikan diusung partai besutan Yusril Ihzamahendra setelah DPC PBB mengadakan pleno penetapan balon walikota di Gedung Perwapsi, kemarin. 

Tawashal Cuma Serahkan 205 Dukungan

SUKABUMI – Jelang hari terakhir penyerahan dukungan calon independen, baru satu pasangan kandidat yang menyerahkan dukungan ke KPU. Yaitu Tamsil Hidayat dan Wastaram (Tawasal). Ironisnya, saat menyerahkan bukti dukungan ke KPU Kota Sukabumi, kemarin, pasangan Tawasal hanya menyerahkan 205 bukti dukungan. Padahal persyaratan calon independen maju di Pemilukada Kota Sukabumi minimal menyerahkan 17.722 bukti dukungan. 
Pasangan Tawasal pun hanya mempunyai waktu sehari, atau sampai hari ini untuk menyerahkan seluruh berkas dukungan yang masih kurang sebanyak 17.517 suara. Jika tidak menyerahkan pasangan Tawasal terancam bakal dihapus dari daftar kandidat perseorangan balon Walikota/wakil walikota Sukabumi. “Pasangan Tawasal baru menyerahkan 205 dukungan suara, kekurangannya kami tunggu sampai besok, (hari ini, red) Pukul 24.00 WIB,” ujar Ketua Pokja Percalonan KPU Kota Sukabumi, Agus Firmansyah, kemarin. 

Demokrat Tetapkan Dede Yusuf Cagub Demokrat

JAKARTA – Partai Demokrat sudah menetapkan jagonya untuk diusung dalam pemilihan gubernur Jawa Barat 2013, mendatang. Rapat Majelis Tinggi PD yang dipimpin Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (5/10) malam, yang memutuskannya. “Majelis tinggi sudah memutuskan Dede Yusuf dicalonkan sebagai gubernur Jabar,” ujar Wasekjen DPP PD Saan Mustopa, saat dikonfirmasi, kemarin (6/10). Menurut dia, keputusan majelis tinggi menetapkan politisi berlatar belakang artis itu telah melalui sejumlah pertimbangan. Termasuk diantaranya, hasil sejumlah survei yang masih menempatkan wakil gubernur Jabar itu sebagai calon terkuat diantara kandidat lainnya yang masuk dalam penjaringan cagub/cawagub internal Demokrat. “Dari hasil survei, beliau memang yang paling memungkinkan,” ujarnya. 

Laskar Ampera Restui Andri

SUKABUMI – Dukungan kepada Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi untuk mengusung Andri Hamami maju pada perhelatan Pemilihan kepala daerah Kota Sukabumi terus menguat. Hal ini terlihat dari direstuinya Andri Hamami oleh Laskar Ampera (LA) angkatan 66. Ketua Umum yang juga sebagai pendiri Laskar Ampera angkatan 66 Sumedi Gozali mengatakan, kedatangannya tersebut merupakan undangan dari Andri sendiri untuk meminta restu agar diperlancar dalam pemilihan kepala daerah tahun depan. 

Dangkih ‘Cuma’ Incar F2

SUKABUMI – Meski masuk dalam salah satu dari empat kandidat Walikota Sukabumi yang bakal diajukan PPP ke tingkat koalisi PPP-PDIP, namun Dangkih AS Nuklir nampaknya tidak akan memasang target muluk di Pemilukada nanti. Berbeda dengan sejumlah figur yang belakangan mencuat mengincar calon F1 (walikota), Dangkih ternyata cuma mengincar posisi F2 (wakil walikota). Demikian ditegaskan Dangkih beberapa waktu lalu.