Laman

PAN Mantap Capreskan Hatta Rajasa

[Politisi Sukabumi] : Kalo mau ngangkat elektabilitas harus dari sekarang..
JAKARTA (JPPN) - Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPR, Viva Yoga Maulana mengatakan, partainya sudah mantap mendukung Ketua Umum Hatta Rajasa sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2014 mendatang. "Dari PAN, pasti dia (Hatta Rajasa), kalau PAN ingin jadi capres. Di PAN sudah fixed untuk mengusung Hatta sebagai capres," kata Viva di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (10/1).
Menurut Viva, Hatta Rajasa adalah kader terbaik yang dimiliki oleh PAN. "Jadi, tak ada lagi kader yang akan kita usung selain Hatta," katanya.
Viva menambahkan, bila bicara soal capres dan cawapres, maka untuk saat ini masih cair. Artinya, kemungkinan Hatta menjadi cawapres juga belum tertutup. "Semua tergantung pada hasil pemilu. Kalau ada perubahan, bisa saja," kata Wakil Sekjen PAN itu.
Sementara, ditanya soal peluang berpasangan dengan sosok seperti Ani Yudhoyono misalnya, Viva mengatakan, mereka masih akan menunggu perkembangan. "Kita lihat saja nanti. Pada pilpres akan dicalonkan, tapi sekarang PAN akan konsolidasi partai," katanya.
Pendapat yang sama juga disampaikan Ketua DPP PAN, Hakam Naja. Menurut Hakam, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa telah memiliki popularitas dan kapabilitas, sehingga pantas untuk diusung sebagai calon presiden pada Pilpres. "Sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, masyarakat tak perlu meragukan kemampuan dan kapabilitas Hatta," tegasnya.
Namun, lanjut Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu, kendala yang dihadapi oleh Hatta sekarang adalah masalah elektabilitas, apakah dia diterima atau tidak pada saat pilpres mendatang. "Cuma, kendala bagi Hatta adalah elektabilitas," ungkap Hakam.
Oleh karena itu, selain terus melakukan konsolidasi partai untuk bisa memenangkan Pemilu 2014 mendatang, PAN juga menurut Hakam, saat ini bekerja keras untuk memperkenalkan Hatta sehingga memiliki elektabilitas memadai. "PAN terus memantau dan mendorong elektabilitas Hatta, agar terus meningkat," ujarnya.
Ketika ditanya kemungkinan terburuk bagi Hatta, yakni menjadi calon wakil presiden, misalnya mendampingi Ani Yudhoyono, Hakam enggan berkomentar. "Memang semua masih terlalu dini untuk bicara capres dan cawapres. Semua tergantung pada hasil Pemilu 2014. Yang tidak nyaman itu adalah membicarakan soal capres. Dengan siapa, tergantung nanti," kata Hakam pula. (fas/jpnn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar