Laman

Parpol Mengecewakan Publik

[Politisi Sukabumi] : Sebagai bahan introspeksi bagi para politisi parpol agar bekerja untuk kesejahteraan rakyat bukan janji omong kosong saja.
Jurnal Sukabumi - Peneliti senior Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi, mengatakan rakyat (publik) sekarang semakin kecewa dengan partai politik (parpol). Hal itu setidaknya tergambarkan dari hasil survei terkini LSI yang diselenggarakan akhir Desember 2010.
Meski tingkat dukungan politik terhadap Partai Demokrat cenderung menurun dari 32 persen pada Januari 2010 menjadi 21,4 persen pada Desember 2010, namun hal itu tidak dibarengi dengan meningkatnya dukungan politik rakyat kepada parpol lainnya, baik yang propemerintahan maupun yang oposisi.
“Mungkin yang terjadi adalah meningkatnya jumlah pemilih yang merasa tidak percaya pada semua partai politik,” kata Burhanuddin Muhtadi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (6/1) kemarin.
Survei terkini LSI menunjukkan Partai Demokrat mendapatkan dukungan suara sebanyak 21,4 persen. Disusul PDI Perjuangan sebesar 14,1 persen dan Golkar sebesar 12,7 persen. Sementara, jumlah pemilih mengambang sangat besar mencapai 30,1 persen.
Banyak faktor memang yang menyebabkan menurunnya dukungan publik kepada parpol. Namun, salah satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah tingkat kekecewaan atau disilusi publik tersebut.
Menurunnya dukungan publik kepada Partai Demokrat juga tak diimbangi dengan meningkatnya dukungan pada partai-partai kecil dan menengah.
“Justru, jumlah pemilih yang abstain atau mengambang sangat besar, yakni 30,1 persen, ini bisa ditafsirkan bahwa partai-partai selain Demokrat kurang berhasil memanfaatkan penurunan dukungan Demokrat tersebut,” ujarnya.
Salah satu fenomena menarik dari survei itu, kata Burhanuddin Muhtadi, adalah posisi PKB yang merangsek naik ke posisi empat besar menyalip PKS, PAN, dan PPP. Tingkat dukungan publik kepada PKB jika pemilu diadakan sekarang mencapai 4,8 persen, sementara PKS hanya mendapat 4,6 persen. “Di ikuti PPP 2,7 persen, Gerindra 2,4 persen, PAN 2,3 persen, Hanura 1,2 persen, lainnya 3,8 persen,” kata Burhanuddin Muhtadi.
Burhanuddin Muhtadi menambahkan menurunnya dukungan kepada PKS dikarenakan para konstituen partai kader itu kecewa terhadap partainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar