Laman

Dinamika Politik Sukabumi Selama Bulan Januari 2011

Bulan Januari 2011 ini merupakan bulan pertama dimana saya mengelola blog ini dengan agak serius. 75 postingan telah saya publish ditambah dengan rubrik Fenomena ASBY, Catatan Imaginer dan juga halaman download data-data politik di Sukabumi. Ini merupakan salahsatu resolusi tahun baru yang sudah saya laksanakan. Untuk menyempurnakan resolusi tersebut, saya juga berkomitmen untuk membuat resume dinamika politik yang diketengahkan dalam blog ini di setiap akhir bulan.
Saya membagi resume ini kedalam 3 bagian besar : dinamika politik nasional, dinamika politik regional Jawa Barat dan dinamika politik lokal Sukabumi. Dinamika politik nasional dan regional Jawa Barat sengaja saya publish di blog ini, mengingat content tersebut sangat mempengaruhi perkembangan dan dinamika politik di Sukabumi.
Berikut ini adalah resume dinamika politik yang langsung dan tidak langsung mempengaruhi dinamika politik di Sukabumi pada Bulan Januari 2011, termasuk juga link aktif bila pembaca ingin mengetahui secara detail resume tersebut :

A. Dinamika Politik Nasional :
- Presiden SBY
1. Adanya tudingan kalangan agamawan bahwa ada 9+9 Kebohongan rezim SBY, yang bisa jadi menjadi gejala awal habisnya kepemimpinan SBY.
2. SBY mengeluhkan gajinya tidak naik selama 7 tahun, 
3. adanya peluang pemakzulan SBY dengan adanya keputusan MK mengenai Hak Menyatakan Pendapat dari anggota DPR RI. 
4. Ahmad Mubarok, Anggota dewan pembina Partai Demokrat menyatakan SBY bukan pemimpin besar.

- RUU Pemilu
Adanya perdebatan mengenai ambang batas minimal (parlemantary treshold) yang akan diberlakukan pada pemilu legislatif 2014. Ada juga usulan untuk penambahan dapil dan usulan agar pemilu legislatif dan pilpres dilaksanakan bersamaan.
- RUU Pilkada 
Adanya wacana pemilihan langsung kepala daerah hanya untuk jabatan walikota/bupati saja, sedangkan untuk wakil walikota/wakil bupati ditetapkan oleh pemerintah dari unsur birokrat senior /PNS yang diajukan walikota/bupati terpilih tanpa keterlibatan DPRD. Jabatan gubernur dan wakil gubernur juga akan dipilih melalui DPRD bukan melalui pemilihan langsung oleh rakyat. 
- Pilpres 2014
Diwarnai pencalonan Ani Yudoyono sebagai Capres dan PAN mengusung Hatta Rajasa. Sedangkan Taufik kiemas menyatakan Megawati tidak akan mencalonkan diri lagi.


B. Dinamika Politik Regional Jawa Barat :
a. Pelaksanaan muswil PAN Provinsi Jabar yang diwarnai dengan issu mengenai keluarnya Dede Yusup sebagai kader PAN dan akan bergabung dalam pencalonan sebagai Ketua DPD Partai demokrat. Hal ini dikarenakan Dede Yusup tidak mencalonkan sebagai Ketua DPW PAN, bahkan ketika akan dijadikan Ketua MPP PAN juga Dede Yusup malah mengundurkan diri. Langkah politik ini semakin mengindikasikan kebenaran issue tersebut.  Namun pada akhir bulan januari, Dede Yusup menyatakan bahwa dirinya sampai saat ini masih sebagai kader PAN. Muswil ini telah menetapkan Edi Darnadi, mantan Kapolda Jabar, sebagai ketua DPW PAN Jabar yang baru.
b. Ketua DPC PPP Kota Sukabumi, Yanti Indri dan ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi, Yusuf Ridwan alias date, menyatakan akan mendukung pencalonan RY (Rahmat Yasin) dalam arena Muswil PPP Provinsi Jawa Barat yang akan dilaksanakan pada pertengahan bulan februari 2011 mendatang. 
c. NASDEM (Nasional Demokrat) Jabar dideklarasikan pada 25 Januari 2011. Sampai akhir Januari ini, Nasdem tela deklarasi pengurus di 33 provinsi. beberapa pihak menilai, gencarnya deklarasi Nasdem didaerah dianggap dalam rangka memenuhi persyaratan untuk pendaftaran menjadi partai politik pemilu 2014. 

C. Dinamika Politik Lokal Sukabumi :
- Dinamika DPRD :
b. Adanya wacana PAW Tatang Komara, anggota DPRD Kota Sukabumi dari Partai Golkar. Begitu juga dengan Hendra Hidayatulloh dari Partai Demokrat yang terancam PAW karena malukukan tindak pidana penggelapan.
c. Rapat panitia Program legislas daerah (prolegda) sempat terkatung-katung karena ketidaksinkronan pemda dan anggota DPRD Kota Sukabumi.
d. Rencana kenaikan tarif RS dalam Raperda Kenaikan tarif RSUD R Syamsudin ada penolakan dari beberapa anggota DPRD Kota Sukabumi.
f. DPRD Kabupaten Sukabumi didesak oleh Fraksi Rakyat agar ngirit sehunbungan adanya defisit APBD, sebagaimana dilakukan juga oleh Bupati/Wakil Bupati Sukabumi. Tahun 2011, APBD Kabupaten Sukabumi defisit sebesar Rp.   sedangkan APBD Kota Sukabumi defisit sebesar Rp. 22 Milyar.

- Dinamika Partai Politik :
a. Selama Bulan Januari 2011 ada beberapa parpol yang melakukan pergantian ketua partai yaitu :
PKS : Wawan Supendi ebagai ketua DPD Kota Sukabumi dan Totong Suparman terpilih sebagai Ketua DPD Kabupaten Sukabumi.
PPP : Yanti Indri terpilih sebagai ketua DPC Kota Sukabumi dan Yusuf Ridwan terpilih sebagai Ketua DPC Kabupaten Sukabumi.
PKB : Hafidz Sutansyah terpilih sebagai ketua PKB Kota Sukabumi.
b. Jajaran pengurus DPD PKS yang baru melakukan silaturahmi perkenalan dengan Walikota Sukabumi.
c. Ahmad Jajuli, Wakil Bupati Sukabumi, yang dalam Pilkada 2010 lalu diusung oleh Partai Hanura menyatakan dirinya sebenarnya kader Golkar juga pada acara pelantikan pengurus Kosgoro 1957 Kabupaten Sukabumi.
d. Dinamika politik internal DPC Partai Demokrat Kabupaten Sukabumi mulai menghangat dengan munculnya Asro (Asep Rohendi) dan Badri Suhendri (Sekum DPC dan Ketua DPRD kab. Sukabumi) yang mulai melakukan langkah konsolidasi dalam pencalonan mereka untuk menjadi Ketua DPC pada acara Muscab pertengahan Mei 2011 yang akan datang. Begitu juga di DPC kota Sukabumi muncul muncul nama-nama calon seperti Aldo Andreas.

- Menuju Pilkada Kota Sukabumi 2013 :
Diwarnai dengan mulai memanasnya figur tokoh yang akan mencalonkan diri dalam ajang Pilkada Kota Sukabumi taun 2013. Setelah H. Mulyono (sekarang wakil walikota sukabumi), saat ini mulai panas pembicaraan mengenai kemungkinan pencalonan H. M. Muraz (sekarang Sekda Kota Sukabumi) yang mulai melakukan manuver politik.

- Dinamika Politik lainnya :
a. Tindaklanjut pemeriksaan polisi atas dugaan tindak pidana penggelapan dan penipuan yang dilakukan oleh Hendra Hidayatulloh, anggota DPRD Kota Sukabumi dari Partai Demokrat. Mencuat juga kasus penggelapan yang dilakukan oleh Dadang Hermawan, Ketua Komisi II DPRD Kota Sukabumi asal PDI Perjuangan.
b. Mantan Calon Bupati Sukabumi, Dayat Wiranta, berseteru dan mengusir warga Belanda yang ada dilingkungan dekat rumahnya. Pasca pengusiran, terjadi saling lapor ke kepolisian. Permasalahan ini mendapat atensi yang luar biasa dengan banyaknya komentar dari pembaca blog ini
c. Wacana muscab KNPI Kota Sukabumi mulai mengemuka dengan diwarnai adanya pencalonan Deden S Kaka, anak Walikota Sukabumi HM Muslikh Abdussyukur, sebagai calon Ketua KNPI Kota Sukabumi periode mendatang. Tentunya dampak politik kepemudaan perlu diantisipasi jangan sampai adanya campur-tangan kepentingan politik praktis dalam proses pergantian kepemimpinan di organisasi induk kepemudaan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar