Halaman

SBY : Korupsi Masih Tinggi

[Politisi Sukabumi] : Akhirnya ngaku juga...., Raport SBY memang merah dan lemah untuk penegakan hukum terhadap Koruptor.
RADAR SUKABUMI – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan korupsi di tanah air masih tinggi. Berita buruk itu harus diperangi bersama oleh semua jajaran pemerintahan dan elemen bangsa.

“Korupsi masih menjadi bad news. Ini perlu disampaikan untuk lebih memacu kita berbuat lebih baik lagi. Bad news ini jadi tantangan utama kita ke depan,’’ kata SBY di hadapan jajaran Kementrian, lembaga dan pemerintah daerah dalam rapat kerja pemerintah 2011 di JCC, Jakarta, Senin (10/1).
Di antara berita buruk itu adalah masih terjadinya inflasi yang disebabkan kenaikan harga komoditi, harga pangan dan energi.
Pengelolaan APBN dinilai masih belum baik dan anggaran subsidi masih terlalu besar. Hal tersebut makin tidak optimal karena belanja modal juga tidak terserap 100 persen. ‘’Hal ini menyebabkan stimulasi pertumbuhan ekonomi belum mencapai titik optimal,’’ katanya.
SBY juga menilai infrastruktur dasar masih belum baik terutama listrik. Masih terjadi hambatan terhadap investasi di seluruh tanah air terutama dari segi perijinan dan kepastian hukum.
Selanjutnya, kata SBY, penyimpangan dan korupsi masih saja terjadi. ’’Harus kita akui, bad news ini termasuk korupsi kolusi masih saja terjadi di pemerintahah pusat maupun daerah. Termasuk kolusi di sektor perpajakan,’’ tegasnya.
Katanya lagi, terjadi sejumlah praktek usaha pertambangan dan kehutanan yang masih merusak lingkungan.’’Saya minta Gubernur untuk lebih keras terhadap perusahaan pertambangan yang lalai, saya akan datang untuk melihat langsung ke daerah,’’ tegas SBY.
SBY juga melihat dalam proses demokrasi di daerah, masih berkembang praktek money politic.’’Fenomena politik uang kalau dibiarkan akan mencederai demokrasi dan martabat bangsa,’’ katanya.
Berikutnya kata SBY, sejumlah kewajiban pelayanan kepada rakyat belum berjalan baik, antara lain di bidang pendidikan, kesehatan serta pelayanan terhadap kaum marginal. Perlindungan dan bantuan terhadap TKI masih memiliki kekurangan dan kelemahan mulai dari daerah, pusat dan Luar Negeri. Terakhir, di sejumlah daerah dan jajaran pemerintah pusat masih belum memiliki kesiapan, kesiagaan dan kesigapan dalam mengatasi bencana alam. Padahal Indonesia merupakan daerah yang rawan bencana.
‘’Saya berharap tantangan ini para menteri dan jajaran bersama Pemda bisa berkolaborasi untuk bersama-sama menghadapi semua tantangan ini kedepan,’’ kata SBY.
Namun demikian, dalam kesempatan yang sama SBY juga mengklaim 10 pencapaian terbaik yang telah diperoleh pemerintah sepanjang tahun 2010. Diantaranya adalah ekonomi terus tumbuh dan berkembang dengan fundamental yang makin kuat.
Sejumlah indikator kesejahteraan rakyat juga mengalami kemajuan penting. Stabilitas politik terjaga dan kehidupan demokrasi makin berkembang. Check and balances antara pemerintah pusat dan DPR, juga berjalan lancar.
SBY mengatakan, sepanjang tahun 2010, meski masih saja terjadi beberapa kasus besar dan kelemahan dalam penegakan hukum namun diatas kertas pemberantasan korupsi, terorisme dan narkoba mencatatkan sejumlah prestasi.
‘’Keamanan dalam negeri terjaga dengan baik. Hambatan birokrasi dalam proses perbaikan iklim investasi khususnya di banyak daerah mengalami kemajuan. Kemiskinan dan pengangguran dapat terus kita turunkan meski tetap rawan dengan gejolak perekonomian dunia,’’ kata SBY.
SBY juga mengatakan, bahwa indikator ekonomi penting Indonesia telah mencatatkan rekor baru dalam sejarah. Seperti misalnya pendapatan per kapita cadangan devisa terus naik. Selain itu IHSG dan PDB Indonesia saat ini juga berada pada peringkat 16 ekonomi dunia. Indonesia juga masuk dalam G20 (negara-negara yang memiliki pengaruh terhadap ekonomi dunia).
‘’UMKM dan penyaluran KUR berjalan semakin baik di seluruh daerah. Indonesia juga semakin berperan dalam hubungan internasional, baik dalam mengatasi krisis ekonomi global, pemeliharaan perdamaian dan juga kerjasama mengatasi perubahan iklim,’’ kata SBY.(afz/jpnn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar