Laman

2013, Golkar Target 10 Juta Kader

[Politisi Sukabumi] : Politisi seharusnya memang memiliki kejelasan dukungan konstituen agar perjuangannya terarah.
JAKARTA (JPPN)- Partai Golongan Karya nampaknya semakin serius mempersiapkan diri untuk pertarungan di pemilihan umum 2014 mendatang. Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menegaskan bahwa proses kaderisasi partai harus berdasar dukungan yang nyata. Pada tahun 2013 mendatang, Golkar menargetkan harus mendapatkan 10 juta kader dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi partai.
"Di akhir tahun 2013, kita harus punya 10 juta kader di seluruh Indonesia," kata Ical -sapaan akrab Aburizal- dalam pidatonya, usal melantik pengurus baru Lembaga Pengelola Kaderisasi (LPK) di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, kemarin (19/12).
Menurut Ical, perekrutan 10 juta kader itu memaksimalkan potensi dukungan suara dari masing-masing kader Golkar. Setiap anggota DPR harus mampu memiliki 10 ribu kader, dengan bukti KTA. Jumlah tersebut adalah syarat minimal yang harus didapatkan oleh satu anggota DPR dari Partai Golkar. "Ada yang berani mendapatkan 50 ribu KTA, karena dukungan suaranya 100 ribu," sebut Ical.
Kewajiban yang sama juga didapat oleh anggota dewan Partai Golkar di DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Namun, jumlahnya berbeda. Untuk anggota dewan di DPRD provinsi, wajib mengumpulkan tiga ribu kader. Sementara anggota dewan di DPRD kabupaten/kota wajib mengumpulkan seribu kader untuk persiapan pemilu 2014. "Ini adalah tugas bersama, sehingga harus dilaksanakan bersama," perintahnya.
Dia membeberkan, bahwa KTA kader Partai Golkar nantinya sudah teregistrasi secara online. Karena itu, database identitas dari setiap kader baru nantinya akan tercantum. Pimpinan LPK nantinya yang memiliki kontrol atas upaya peningkatan kader partai Golkar. "Nantinya kader Golkar di Kalimantan, di Sulawesi, atau dimanapun, bisa diketahui persebarannya," ujarnya.
Ical menyatakan, ada tantangan besar untuk meraih 10 juta kader di 2013. Dalam sejumlah survei menunjukkan, kepercayaan publik terhadap parpol, politisi, dan DPR masih rendah. Tantangan bagi Golkar untuk menghapus stigma itu. "Pada tahun 2011, kita akan berdebat, melakukan pertentangan gagasan," ujarnya. Tugas utama kader, lanjut dia, adalah menumbuhkan antusiasme proses politik, melalui pendidikan politik yg diamanahkan UU Politik.
Ketua DPP Partai Golkar bidang kaderisasi Ahmad Hafiz Zawawi menambahkan, keberadaan kader baru nantinya diharapkan menjadi potensi penggerak suara Golkar. Sasaran Partai Golkar adalah meraih kader-kader baru di tingkat desa. Termasuk pula, meraih kader penggalang. "Kader penggalang ini usianya muda, diharapkan mampu mengamankan kotak suara dari kecurangan," ujarnya Hafiz. (bay)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar