Laman

Muswil PAN Jabar Miliki Tiga Fungsi

[Politisi Sukabumi] : PAN harus banyak berbenah diri. Citra sebagai partai reformis mulai dipertanyakan.
BANDUNG, (PRLM).- Musyawarah Wilayah PAN Ke-3 PAN Jabar yang akan berlangsung tanggal 23-24 Januari mendatang, memiliki tiga fungsi penting. Hal itu dikatakan Ketua Panitia Pengarah Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke-3 PAN Jabar Yana Ismayana, kepada “PRLM”, Rabu (19/1) di Bandung.
Pertama, kata Yana, Muswil merupakan forum evaluasi kinerja DPW PAN Jabar, selama lima tahun kebelakang dan kontribusinya terhadap pembanguan masyarakat Jabara.
Kedua, muswil juga merupakan forum perencanaan program dan pencapaian sasaran selama lima tahun ke depan, khususnya dalam kerangka partisipasi pembangunan Jabar. “Ketiga, muswil merupakan forum revitalisasi keorganisasian dan regenerasi kepemimpinan wilayah PAN di Jabar,” katanya.
Menurut Yana Ismayana, di dalam muswil diperkirakan akan terdapat proses politik dalam kerangka regenerasi kepemimpinan, namun PAN Jabar tetap menaruh perhatian yang lebih besar terhadap program-program pembangunan Jabar.
Muswil ini merupakan tonggak bagi penciptaan iklim keterbukaan masyarakat Jabar terhadap nilai-nilai baru yang mampu membawa masyarakat Jabar ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, melalui muwsil berupaya menyusun rekomendasi dan program-program yang relevan bagi pembangunan masyarakat Jabar.
PAN juga memandang bahwa dari sisi perekonomian, Jabar merupakan miniatur dari perekonomian nasional. Oleh karena itu, kinerja perekonomian Jabar akan mempengaruhi secara signifikan terhadap perekonomian nasional. “Pola pengembangan ekonomi Jabar yang bertumpu pada pertanian, industri dan jasa, perlu ditopang oleh kelembagaan ekonomi masyarakat yang kuat. Sentra-sentra ekonomi rakyat merupakan katup pengaman bagi penyerapan tenaga kerja di Jabar,” katanya.
Dari sisi sosial budaya, PAN memandang masyarakat Jabar memiliki kekayaan yang sangat luar biasa. Masyarakat daerah ini terdiri dari sub-sub kultur yang memiliki kekhasan satu sama lain, namun ternyata memiliki keterkaitan yang sangat kuat. Pengembangan kehidupan sosual budaya yang lebih produktif dapat menunjang pencapaian taraf kehidupan yang lebih baik. Pengembangan sosial budaya tersebut harus ditopang oleh peningkatan kapasitas masyarakat dengan cara peningkatan kualitas dan partisipasi pendidikan yang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kemajuan masyarakat tidak terlepas dari rule of the game, mengingat kemajuan tersebut menyangkut kehidupan manusia dan interaksi yang ada didalamnya. Oleh karena itu, ujar Yana relasi antara pemerintah dan masyarakat harus dibangun atas dasar kepercayaan dan berdasarkan kepada norma-norma hukum yang ditaati bersama. Penegakkan hukum menjadi hal penting dalam hal ini. Penegakkan hukum harus didasarkan kepada prinsip keadilan dan non diskriminatif, dimana setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dalam hukum.
“Selain itu, kemajuan juga dapat dicapai apabila tata kelola pemerintahan dapat dilaksanakan secara transparan dan bertanggung jawab. Tata kelola pemerintahan harus didadarkan kepada prinsip-prinsip good governance and clean government. Transparansi mengacu kepada pola informasi simetris. Dimana informasi tidak hanya dikuasai oleh birokrasi, tetapi dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai penerima manfaat dari proses pembangunan tersebut. Pola hubungan antara pemerintahan, masyarakat sipil dan sektor privat harus dikelola atas prinsip-prinsip keterbukaan dan keadilan,” katanya menambahkan.
Melalui muswil mengajak kepada seluruh masyarakat Jabar untuk menatap ke depan dan meninggalkan beban-beban masa lalu yang cenderug menyandra masyarakat dalam romantisme sejarah. PAN berharap masyarakat Jabar mencapai kemajuan yang maksimal untuk meraih kemakmuran dan keadilan. (A-97/A-26).***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar