Laman

Yusuf Ridwan Menang Aklamasi

[Politisi Sukabumi] : Selamat Mengemban Amanah Menjadi Ketua PPP Kabupaten Sukabumi
SUKABUMI (Radar Sukabumi)--Yusuf Ridwan akhirnya didaulat menjadi Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi periode 2010-2015, menggantikan Yusuf Fuadz dalam Muscab VII DPC PPP Kabupaten Sukabumi di Hotel Selabintana, kemarin.
Wakil Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi ini, terpilih secara aklamasi dalam Muscab yang dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Sukabumi, Akhmad Jajuli, anggota DPR RI dari Fraksi PPP Reni Marlinawati, Wakil Ketua DPW Jawa Barat, Syafrudin Amir, serta sejumlah tokoh parpol lain.

Kemenangan telak pria yang akrab dipanggil Datep ini, diketahui setelah beberapa koordinator daerah pemilihan (dapil) mewakili semua PAC, sepakat untuk memilih Datep. Selain itu dalam rapat pleno pencalonan, tak satupun kader PPP Kabupaten Sukabumi, termasuk Daden Iskandar dan Abas Kobasah berani tampil mencalonkan diri. Padahal sebelumnya kedua orang ini sempat ramai akan menyaingi Datep. "Kemenangan ini merupakan kemenangan semua kader," kata Datep kepada Radar, kemarin.
Atas kepercayaan ini, Datep bertekad akan lebih memajukan PPP setelah didaulat memimpin periode lima tahun mendatang. "Bersama rekan-rekan yang lain, saya bertekad akan kembali membesarkan PPP ke depannya dengan segala kemampuan yang kami miliki," tegas Datep.
Sekretaris Organising Committee (OC) (Muscab) VII PPP Kabupaten Sukabumi, Apas Kamal Fasya mengatakan, setelah diketahui menang aklamasi, tim formatur pun dibentuk untuk menyusun kepengurusan DPC PPP Kabupaten Sukabumi periode 2010-2015, yang diketuai sendiri oleh Yusuf Ridwan.
Sementara itu Wakil Ketua DPW PPP Jawa Barat, Syafrudin Amir, saat membuka muscab mengatakan, menurunnya dukungan rakyat kepada PPP itu dikarenakan terjadi kemandegan kaderisasi. "PPP harus kembali ke garisnya sebagai partai Islam dengan menguatkan kaderisasi," ujarnya.
Menurutnya, jika PPP ingin bertahan di pemilu berikutnya yang harus dilakukan adalah melakukan kaderisasi kepada konstituen. Dalam tiga pemilu terakhir, kata dia, pengurus PPP mengabaikan kaderisasi seperti pengajian rutin, program kerja partai yang kurang berjalan, serta jarangnya rapat-rapat konsolidasi. "Dalam sejarah, PPP itu partai besar tapi kini secara nasional kita hanya mendapat 5,7 persen suara saja,” katanya.
Amir meminta kepada pengurus DPC PPP Kabupaten Sukabumi agar tidak memonopoli kepengurusan dengan menempatkan keluarga dan sahabatnya saja melainkan harus merangkul para tokoh yang ada di Kabupaten Sukabumi. "Harus kembali merangkul tokoh masyarakat dari semua semua elemen sehingga dukungan PPP bisa kembali meluas," harapnya.(wan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar