SUKABUMI – Bakal Calon Walikota Sukabumi dari internal DPD PKS Kota Sukabumi, Achmad Fahmi merupakan satu-satunya figur yang sudah mendeklarasikan diri bakal bertarung di Pemilukada 2013 dengan partai yang jelas. Selain menjajaki peluang koalisi dan mencari pasangan atau pendamping, tim pemenang Fahmi mulai membidik kantong-kantong suara untuk mendongkrak perolehan suaranya nanti.
Salah satu organisasi binaan PKS, Gema Keadilan (GK) Kota Sukabumi membidik kalangan pemilih pemula untuk mendukung Fahmi di pemilukada nanti.
Mulyono Siap Berpaling Jika Gagal Diusung Demokrat
SUKABUMI – Tahapan Pemilukada 2013 sudah semakin dekat. Jika tidak ada aral melintang Juli mendatang tahapannya sudah dimulai, namun hingga saat ini figur-figur yang akan bertarung rata-rata belum punya partai pengusung. Pun demikian dengan partai-partai, utamanya partai besar, belum jelas figur yang akan diusung.
Konon dari sejumlah survei yang dilakukan berbagai lembaga memunculkan Mulyono sebagai salah satu figur yang tinggi tingkat elektabilitasnya. Namun seperti disebutkan tadi, partai pengusungnya juga belum jelas. Belakangan berhembus kabar kalau Wakil Walikota Sukabumi ini semakin dekat dengan Partai Demokrat, partai besar yang memenangkan Pemilu 2009 lalu.
PAC Demokrat Sumringah
SUKABUMI – Kedekatan Mulyono dengan Partai Demokrat saat ini memang belum sampai pada akad atau kepastian partai berlambang Mercy itu akan menjadi kendaraan politik Mulyono di Pemilukada 2013 mendatang. Bahkan masih terbuka kemungkinan pria yang saat ini menjabat Wakil Walikota Sukabumi itu melirik partai lain.
Ketidak pastian ini disambut baik justru oleh kalangan pengurus sejumlah anak cabang PD di Kota Sukabumi. Apalagi selama ini sejumlah PAC itu memang getol memperjuangkan misi Demokrat mengusung kader internal. Bahkan belum pastinya Demokrat bakal mengusung Mulyono disambut suka cita oleh pengurus PAC Demokrat Kota Sukabumi dengan mengadakan syukuran di kediaman salah seorang kader di Kecamatan Cikole yang dihadiri puluhan pengurus PAC, simpatisan dan kader Partai Demokrat, kemarin.
Ketua DPC Demokrat Akui Mulyono Tertinggi
SUKABUMI – Riak kontra atas kedekatan Mulyono dengan Partai Demokrat yang mencuat belakangan ini, ditanggapi dingin Ketua DPC Demokrat Kota Sukabumi Dedi Kusnadi. Ia menghargai sikap politik kader Partai Demokrat, namun Ia juga meminta agar para kader nantinya menghargai keputusan partai.
Untuk persoalan siapa figur yang bakal diusung Demokrat di Pemilukada 2013 Kota Sukabumi, kata Dedi, semuanya diserahkan kepada tim sembilan.
Tim ini yang melakukan penjaringan. “Tidak masalah ada aspirasi seperti itu (keinginan PAC mengusung kader internal). Tapi kader juga harus menghormati keputusan partai,” kata Dedi.
Dedi sendiri tidak menampik kalau di antara sejumlah kandidat yang mendaftar di DPC Demokrat Kota Sukabumi, Mulyono yang paling tinggi peluangnya. Hal itu tidak lain karena dari survei yang dilakukan internal partai memang menempatkan Mulyono sebagai figur tertinggi popularitas dan elektabilitasnya.
Wangsit Musklih Masih Diperlukan Untuk Galang Dukungan
SUKABUMI – Pengaruh Walikota Sukabumi, Musklih Abdusyukur diyakini masih memegang peranan penting untuk mendulang suara di Pemilukada 2013 Kota Sukabumi. Sebab, sosok Musklih diakui sudah cukup mengakar ke semua kalangan. Musklih sudah dianggap guru politik dan orangtua oleh semua kalangan. Demikian dikatakan Pengamat Politik Lokomotif Institut Sukabumi, Edi Junaedi saat berbincang dengan Radar Sukabumi, kemarin.
Menurut Edi, siapapun kandidat yang memiliki kedekatan baik itu kedekatan struktural maupun emosional, maka akan memiliki point tersendiri dalam menghadapi Pemilukada.”Dari hitung-hitungan politis, bagi kandidat yang dekat dengan Musklih tentu akan lebih percaya diri,” kata Edi.
PKS Tunda Penentuan Pasangan Fahmi
SUKABUMI – Target DPD PKS Kota Sukabumi untuk menentukan pasangan Achmad Fahmi bulan ini, nampaknya tidak akan terealisasi. Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Bidang Dakwah Banten Jakarta dan Banten Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yudi Widiana Adia mengatakan, belum ada kepastian untuk menentukan pendamping calon walikota Sukabumi dari internal PKS, Achmad Fahmi.
“Pastinya, bulan ini belum bisa ditentukan pendamping pasangan Fahmi,” jelas Yudi usai silaturahmi dengan masyarakat Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu.
Menurutnya, penundaan ini karena masih dilakukan pengkajian lebih mendalam terhadap figur-figur yang belakangan ini mencuat bakal maju di Pemilukada 2013 mendatang.
Marwan Usulkan Andri Duet Birokrat
SUKABUMI – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Marwan Hamami yang juga kakak kandung Ketua DPD Partai Golkar Kota Sukabumi, Andri Hamami, mengusulkan agar adiknya tersebut berpasangan dengan birokrat di Pemilukada 2013 nanti.
“Andri belum cukup pengalaman di birokrat, jadi pasangan yang nantinya bisa membantu pekerjaannya, ya harus dari unsur birokrat,” kata Marwan kemarin.
Muraz-Yeyet Tempuh Jalur Independen
SUKABUMI – Masih sumirnya kendaraan politik sejumlah kandidat, membuat jalur independen bisa jadi jalan terakhir yang ditempuh untuk bisa berpartisipasi di panggung politik Pemilukada 2013 Kota Sukabumi mendatang. Meski saat ini Yeyet Hudayat masih intens melakukan komunikasi dengan sejumlah partai politik, namun Kepala Kepala Badan Perawatan Jalan (BPJ) Wilayah Pelayanan II Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat itu tidak menampik kemungkinan mengambil jalur independen.
Bukan hanya itu, Yeyet bahkan sudah mengambil ancang-ancang siapa figur yang akan menjadi pasangannya nanti.
Dukungan Independen HArus Siapkan 25 Ribu KTP
SUKABUMI – Sulitnya beberapa kandidat Bakal Calon (Balon) Walikota 2013 mendapatkan perahu Partai Politik (Parpol) menjelang pemilukada, membuat jalur independen bakal jadi primadona. Sejumlah kandidat dikabarkan sudah mengambil ancang-ancang untuk menggunakan jalur perseorangan.
Itu ditandai dengan kedatangan sejumlah kandidat atau tim ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi untuk menanyakan mekanisme pendaftaran melalui jalur independen ini. Semuanya dari kalangan birokrat.
Muslikh Bertekad Perangi Kemiskinan Pada Tahun terakhir Jabatannya
CIKOLE – Sisa satu tahun masa jabatan Muslikh Abdussyukur (Walikota) dan Mulyono (Wakil Walikota) sebagai kepala daerah Kota Sukabumi, keduanya sepakat memberantas kemiskinan. Masalah kemiskinan ini akan menjadi perhatian serius pasangan yang pada Pilkada 2008 dikenal dengan tagline ‘MM’ ini.
Demikian dikatakan Muslikh dalam peringatan empat tahun masa jabatannya sebagai kepala daerah bersama Mulyono, di Rumah Jabatan Walikota Sukabumi, kemarin. Ya, pada 13 Mei kemarin, masa jabatan ‘MM’ menginjak usia yang ke-4. Muslikh berharap selama satu tahun ke depan, tidak ada lagi warga miskin yang sampai tidak makan, tidak sekolah atau tidak berobat karena masalah ekonomi. “Dengan usia empat tahun menjadi kepala daerah, saya berharap Kota Sukabumi terhindar dari kemiskinan apalagi menghambat pendidikan dan kesehatannya,” tegas Muslikh, usai memberikan potongan kue ulang tahun masa jabatan kepada Wakil walikota Sukabumi Mulyono.
Pertahankan Tradisi Gotong Royong Guna Good Governance
CIKOLE – Gotong royong yang selama ini hanya identik dengan bersih-bersih dan kerja bakti, ternyata di mata Sekretaris Daerah (Sekda) KOta Sukabumi, M Muraz merupakan hal yang keliru. Menurutnya, Gotong Royong justru merupakan salah satu sistem pemerintahan khas yang dimiliki Indonesia.
“Berbicara masalah pemerintahan yang baik (Good Governance), kita sudah mempunyai sistemnya yakni Gotong Royong. Jadi, Gotong Royong ini bukan hanya dalam hal kerja bakti saja, melainkan bisa melahirkan pemerintahan yang baik dan ini hanya dimiliki oleh Indonesia,” ujarnya usai menghadiri kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Pengembangan Masyarakat (LPM) Kota Sukabumi di Gedung Pertemuan BKD Jalan R Syamsudin SH, kemarin.
Komisi III Nilai Sekolah Siap Laksanakan PPDB
CIKOLE – Masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah dekat. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemkot Sukabumi dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Sukabumi tengah merancang program PPDB Online untuk semua sekolah negeri. Program sendiri akan diterapkan pada PPDB tahun ini. Untuk mengetahui seberapa besar kesiapan sekolah dalam menyambut program tersebut, jajaran Komisi III DPRD Kota Sukabumi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa sekolah yang dinilai masih kurang dalam hal fasilitas.
Sidak sendiri pertama dilakukan ke SDN Pintu Kisi II Jalan Siliwangi Kota Sukabumi.
PNS, TNI, Polisi Masuk MKGR
CIKOLE – Lunturnya rasa gotong royong dan nasionalisme menjadi tugas penting bagi Ormas Musayawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Kota Sukabumi. Rasa gotong royong dan keluargaaan sendiri merupakan asas Nasionalisme yang tidak bisa dihilangkan. Ormas MKGR harus memiliki warna dan kadernya mempunyai identitas diri dan menjadikan MKGR sebagai pusat inspirasi. Hal inilah yang akan dilakukan kedepan oleh MKGR Kota Sukabumi. “Jangan sampai organisasi ini hanya menjadi tempat ngobrol-ngobrol dan pengumpulan massa saja. Apalagi sampai berbuat anarkis. Jaga citra positif MKGR di masyarakat, karena kadernya merupakan orang-orang pilihan,” kata Ketua DPP MKGR, Priyo Budi Santoso, kemarin
Dewan Geram Layanan Jampersal Bermasalah
CIKOLE – Komisi III DPRD Kota Sukabumi dibuat berang atas layanan Jaminan Persalinan (Jampersal) yang acap kali membuat para ibu hamil I (bumil,red) dipersulit bahkan lebih parah lagi ada yang tidak dilayani saat proses melahirkannya. Hal ini terbukti dari banyaknya laporan yang diterima para wakil rakyat yang saat ini duduk di Komisi III DPRD Kota Sukabumi.
Seperti diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Yayan Suryana.
Mahasiswa Deadline Penyidik Ijazah Palsu
CIKOLE – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menadatangi Polres Sukabumi Kota dan Kejaksaan Negeri Sukabumi, kemarin. Massa menuntut agar aparat hukum segera memproses kasus ijazah palsu yang melibatkan anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi Partai Demokrat, Hendra Hidayatullah.
Parpol Ragukan Kesiapan KPUD Kota Sukabumi Gelar Pilkada
SUKABUMI – DPC PDIP Kota Sukabumi ternyata masih menyimpan rasa tidak percaya terhadap penyelenggara pesta demokrasi, KPU Kota Sukabumi. Hal itu diungkapkan Ketua DPC PDIP Kota Sukabumi, Iwan Kustiawan yang mengaku trauma dengan independensi KPU berkaca pada Pemilukada Kota Sukabumi 2008 lalu.
“Kalau boleh jujur, saya tidak percaya lagi dengan KPU terutama soal indipendensi. Pada pemilihan kepala daerah periode sebelumnya, KPU terjebak dengan penguasa saat itu. Mereka lebih dekat dengan penguasa,” tegas Iwan.
PPP, PDIP Dan Gerindra Resmi Koalisi, Tapi Belum Tentukan Balongub
BANDUNG : Tiga partai besar menujukkan kekuatannya menghadapi Pilgub Jabar 2013 mendatang. PDIP, PPP, dan Gerindra sepakat koalisi. Bukti koalisi itu dengan penandatanganan sembilan kesepahaman pemikiran membangun Jabar ke depan di Hotel Golden Flower, kemarin malam (30/1).
Penandatanganan sembilan kesepahaman pemikiran itu dilakukan langsung Ketua PDIP Jabar, Rudy Harsa Tanaya, Ketua PPP Jabar, Rachmat Yasin serta perwakilan Ketua Partai Gerindra Jabar, Gantira Kusumah.
Langganan:
Komentar (Atom)










