Laman

Gaji PNS Bebani APBD Kota Sukabumi

Sukabumi - Hampir separuh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi habis terpakai untuk belanja pegawai. Bahkan sebagian besar alokasi belanja pegawai habis tersedot biaya gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kondisi itu menjadi salah satu penyebab timbulnya defisit APBD Kota Sukabumi tahun tahun 2011.
Pernyataan itu diungkapkan Ketua Fraksi Demokrat Bersatu, Hendri Slamet menanggapi defisit APBD Kota Sukabumi sebesar Rp 22,7 miliar. Untuk menghindari defisit anggaran tahun depan, Hendri mengusulkan tidak ada rekruitmen CPNS yang baru. Sebab Dana Alokasi Umum (DAU) yang merupakan sumber pendapatan APBD Kota Sukabui tidak mengalami penambahan.
”Disatu sisi pendapatan APBD tidak mengalami penambahan secara signifikan. Sedangkan jumlah PNS tiap tahun bertambah. Padahal pos belanja untuk gaji pegawai didanai dari Dana Alokasi Umum (DAU). Inilah yang menjadi penyebab tingginya beban biaya hingga menimbulkan defisit anggaran,” ungkap politisi asal Partai Demokrat ini.
Apabila Pemkot masih membuka lowongan CPNS, Henry memperkirakan pembangunan di Kota Sukabumi akan tersendat. Soalnya anggaran pembangunan bakal terpakai kembali untuk kebutuhan gaji CPNS yang baru. Sehingga porsi ABPD untuk pembangunan di masyarakat akan semakin kecil.
”Oleh karena itu penerimaan CPNS harus dilakukan berdasarkan kebutuhan. Bahkan ketika ada pegawai yang pensiun, tidak perlu ada penambahan karyawan baru. Jangan karena kebanyakan pegawai, Kota Sukabumi ini menjadi daerah yang bangkrut,” sindir Hendri.
Data yang diperolehnya dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Pemkot Sukabumi telah kelebihan pegawai mencapai seribu orang. Jika tidak dibatasi, maka akan berdampak pada pembangunan. “Ini akan jadi beban APBD, karena 50 persen lebih Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi dialokasikan untuk belanja pegawai,”katanya.
Selain menyoroti defisit anggaran, Henry sempat menyinggung masih tingginya angka pengangguran di Kota Sukabumi. Faktor yang menimbulkan pengangguran ini akibat sempitnya lahan pekerjaan. Apalagi Kota Sukabumi bukan termasuk kawasan industri yang bisa menyerap tenaga kerja
“Selama ini banyak warga Kota Sukabumi yang mencari pekerjaan di Kabupaten Sukabumi. Makanya perlu ada sebuah kerjasama antara dua daerah ini. Jangan sampai hubungan kedua daerah ini menjadi beku,” tandasnya.

= Rojab Asy’ari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar