Laman

TOMDA PKS Masih "Keukeuh" Kejar Desy

Sukabumi - Tim Optimalisasi Musyarokah Daerah Partai Keadilan Sejahtera (Tomda PKS) Kota Sukabumi semakin gencar mendekati artis Desy Ratnasari. Pendekatan politik dilakukan atas dasar hasil survei menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Sukabumi 2013 mendatang. Pelantun “Tenda Biru” ini menjadi sasaran bidik PKS menyusul namanya cukup populer di masyarakat. ”Sejauh ini belum ada sikap resmi dari Desy Ratnasari untuk tampil di arena Pilkada Kota Sukabumi. Kendati demikian kami akan terus melakukan komunikasi politik. Soalnya hasil survei menempatkan Desy masuk daftar unggulan calon Walikota maupun Wakil Walikota Sukabumi periode mendatang,” ungkap Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PKS Kota Sukabumi, Adin Komaedi saat dihubungi Jurnal Bogor, kemarin. 

Menurut Adin, Tomda PKS tidak hanya melakukan penjajakan politik dengan Desy Ratnasari. Upaya yang sama dilakukan terhadap bakal calon Walikota lainnya yang berasal dari luar kader PKS. Termasuk diantaranya Wakil Walikota Sukabumi, H. Mulyono maupun Sekda Kota Sukabumi HM Muraz. ”Bahkan penjajakan dengan Pak Mulyono sudah dilakukan Tomda PKS pada pertengahan pekan lalu. Hasil pertemuan mengungkapkan adanya kesamaan visi dan misi antara PKS dengan bakal calon incumbent itu. Kedepannya kami juga akan melakukan pertemuan dengan bakal calon lainnya,” papar Adin. 
Adin menjelaskan, upaya penjajakan dilakukan Tomda PKS untuk memilih satu nama calon Walikota/Wakil Walikota dari unsur eksternal PKS. Calon yang direkomendasikan Tomda PKS nantinya akan disandingkan dengan calon internal. Tercatat ada enam calon internal PKS yang siap diusung tampil ke arena Pemilukada Kota Sukabumi Februari 2013. ”Untuk calon internal ditargetkan pada akhir Desember sudah ada hasilnya. Setelah itu Tomda PKS akan bekerja lagi untuk menentukan calon dari luar kader PKS. Kedua calon pilihan itu nantinya akan dipaketkan PKS maju ke arena Pemilukada Kota Sukabumi 2013 mendatang,” tandas Adin. 
Dijelaskan Adin, calon eksternal tidak disyaratkan harus berasal dari partai politik. Bisa jadi calon tersebut berasal dari kalangan birokrat atau pengusaha. Namun akan lebih baik apabila calon eksternal telah mendapat usungan dari partai politik lain. ”Jika calon ekternal itu sudah mendapat usungan partai politik lain, berarti akan terjadi koalisi. Dengan demikian peluang untuk menang di arena Pemilukada akan sangat besar. Bahkan koalisi ini bisa menjadikan pemerintahan cukup kuat,” tandas mantan jurnalis yang saat ini menjadi staf ahli fraksi PKS Kota Sukabumi itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar